18 September 2014  
Nama Login :
Kata sandi :
- Lupa Kata Sandi ?
- Pendaftaran
- Webmail
 
 
 
 
 
Bursa Transmigrasi
KTM
Kementerian Tenaga K

MENINGKATNYA INVESTASI DI KAWASAN TRANSMIGRASI
Tanggal: 21 Mar 2011
Sumber: Subdit Promot, Dit Parmas

BursaTransmigrasi.net,  

MENINGKATNYA INVESTASI DI KAWASAN TRANSMIGRASI

Penyelenggaraan Transmigrasi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan transmigran dan masyarakat sekitarnya, peningkatan dan pemerataan pembangunan daerah serta memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, kawasan transmigrasi harus dapat tumbuh dan berkembang, untuk itu diperlukan Investasi yang sangat besar. Anggaran Pemerintah dalam melakukan pembangunan kawasan transmigrasi sangat terbatas, oleh karena itu penyelenggaraan transmigrasi dilakukan dengan pendekatan partisipatif dengan melibatkan Badan Usaha/Investor dan masyarakat.

Keterlibatan Investor diperlukan karena memiliki modal, teknologi, manajemen dan pemasaran yang apabila dipadukan dengan lahan, tenaga kerja dan  fasilitas yang ada di kawasan transmigrasi akan menimbulkan sinergi guna mempercepat perkembangan kawasan transmigrasi. Pada saat ini telah terdapat sekitar 50 Badan Usaha  yang telah dan akan melakukan investasi di kawasan transmigrasi dengan rencana investasi sebesar + Rp. 25.805.545.000.000,-.

Pada tahun 2010 telah terealisasi investasi + Rp. 2.441.723.000.000,- yang dilakukan oleh 17 Badan Usaha, dan pada tahun 2011 nilai Investasi diperkirakan sebesar  +  Rp. 3.000.000.000.000,- sehingga terdapat kenaikan investasi + Rp. 558.277.000.000,- (22,86%)

Meningkatnya investasi swasta pada kawasan transmigrasi sangat menggembirakan, menurut Menakertrans selain pihak swasta investasi juga dilakukan oleh Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten. Pada tahun 2010 Pemerintah melalui Ditjen P2KTrans Kementerian Nakertrans telah mengalokasi dana untuk pembangunan kawasan transmigrasi sebesar  Rp. 646.861.000.000,- dan tahun 2011 telah dialokasikan dana sebesar Rp. 683.253.000.000,- sedangkan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten tahun 2010 mengalokasikan dana melalui APBD sebesar Rp. 132.662.000.000,- dan tahun 2011 telah dialokasikan dana sebesar                     Rp. 165.000.000.000,-.

Beberapa jenis usaha yang dikembangkan investor di kawasan transmigrasi yaitu sektor perkebunan berupa perkebunan kelapa sawit dan sektor kehutanan berupa Hutan Tanaman Rakyat (HTR).

Naiknya Investasi pada kawasan transmigrasi sejalan dengan meningkatnya minat Badan Usaha untuk berinvestasi. Saat ini tercatat sejumlah 78 Badan Usaha yang telah atau akan melakukan Kerjasama Kemitraan di kawasan transmigrasi diantaranya; 10 Badan Usaha telah memperoleh Izin Pelaksanaan Transmigrasi (IPT);  10 Badan Usaha telah melakukan Kesepakatan Bersama; dan 54 Badan Usaha dalam proses IPT.

Menurut Menakertrans peningkatan minat Investor berinvestasi dikawasan transmigrasi disamping kemudahan perijinan tetapi juga karena pada kawasan transmigrasi telah tersedia sarana dan prasarana infrastruktur. Setiap tahun Pemerintah melalui Kemenakertrans membangun jalan + 260 Km, pembangunan rumah transmigran sebagai mitra usaha sebanyak + 8.000 Unit, Pembukaan lahan (calon plasma) seluas + 9.000 Ha dan dilengkapi dengan pembangunan fasilitas umum berupa sarana pendidikan (Sekolah Dasar), sarana kesehatan (Puskesmas pembantu), Balai Desa dan Rumah Ibadah masing-masing 1 unit pada setiap lokasi pemukiman transmigrasi. Sedangkan untuk calon transmigran yang akan ditempatkan di permukiman transmigrasi diberikan Pelatihan Dasar Umum (PDU) berupa kesehatan, mental dan spiritual  serta bantuan sarana produksi pertanian yang semuanya disubsidi oleh Pemerintah.

Keunggulan lainnya kawasan transmigrasi yaitu tersedianya tenaga kerja siap pakai dan trampil. Karena setiap transmigran sebelum penempatan telah diberikan pelatihan untuk memahami kondisi dan potensi kawasan transmigrasi secara umum, serta pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan nyata di kawasan transmigrasi dengan biaya subsidi pemerintah.

Kerjasama kemitraan antara Badan Usaha dengan transmigran  menurut Dirjen P2KTrans telah berlangsung lama. Kemitraan yang paling berhasil adalah Kemitraan yang didukung skema PIR-Trans yang diluncurkan sejak tahun 1986.

Salah satu kegiatan yang dilakukan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk menarik minat investor berinvestasi di kawasan transmigrasi telah dilakukan kunjungan kerja Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang diwakili oleh Dirjen P2KTrans ke JPN Industrial Trading PTE Ltd di Singapura. Pada kesempatan tersebut Dirjen P2KTrans juga melakukan kegiatan promosi internasional tentang peluang investasi di kawasan transmigrasi, dimana JPN Industrial Trading PTE Ltd telah menyatakan minatnya untuk berinvestasi di kawasan transmigrasi dan dalam waktu dekat bersama partner strategisnya merencanakan peninjauan lapangan ke kawasan transmigrasi KTM Maloy Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur untuk mendalami peluang investasi sebagai pengembangan (developer) di bidang pelabuhan dan fasilitas penunjangnya.

Pembangunan kawasan transmigrasi tidak hanya meningkatkan kesejahteraan transmigran tetapi juga kesejahteraan masyarakat sekitar dan secara bersamaan meningkatkan nilai tambah perekonomian kawasan transmigrasi serta meningkatkan nilai saing daerah.

Peningkatan kesejahteraan transmigran juga dapat dilihat dari tingkat pendidikan anak transmigran yang telah sampai Perguruan Tinggi, dimana saat sebelum ikut program transmigrasi rata-rata berpendidikan Sekolah Dasar.

Pembangunan Kawasan Transmigrasi juga telah berhasil membentuk pusat pertumbuhan baru dan telah memdorong terbentuknya 89 Kabupaten / Kota yang semula merupakan eks kawasan transmigrasi.

 

 
 
 
2005 Bursa Transmigrasi. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang. Saran dan komentar ke: info@bursatransmigrasi.net