21 November 2014  
Nama Login :
Kata sandi :
- Lupa Kata Sandi ?
- Pendaftaran
- Webmail
 
 
 
 
 
Bursa Transmigrasi
KTM
Kementerian Tenaga K

Transmigran Sultra Ciptakan 64 Desa
Tanggal: 07 May 2013
Sumber: www.kompasberita.com

BursaTransmigrasi.net,

KENDARI – Selama kurun waktu 10 tahun penempatan penduduk transmigrasi di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra), terjadi penambahan 64 desa. Desa-desa tersebut tersebar di 34 Unit Permukiman Transmigrasi (UPT).

“Setiap UPT sudah berkembang menjadi satu desa, dan sebagian besar sudah berkembang menjadi dua desa. Makanya, jumlah desa yang warganya berasal dari transmigrasi, sudah mencapai 64 desa di Konawe Selatan,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Konawe Selatan Muchlis kepada SH di Kendari, Senin (6/5) siang.

Menurut Muchlis, kehadiran transmigrasi di Konawe Selatan sejak 2003, telah memberi kontribusi besar bagi kabupaten tersebut, terutama pembangunan bidang pertanian. Hampir semua hasil pertanian yang membanjiri Kota Kendari dan kota-kota lain di Sultra saat ini, berasal dari warga transmigrasi di Konawe Selatan.

“Selain berkontribusi kepada pertumbuhan ekonomi Kabupaten Konawe Selatan secara keseluruhan, warga transmigrasi juga telah memberi dampak luas bagi petani-petani lokal. Para petani lokal yang sebelumnya kurang terampil bercocok tanam saat ini sudah menjadi petani-petani andal yang bisa menghidupi keluarganya dari hasil bercocok tanam,” katanya.

Pada tahun ini, kabupaten tersebut akan kembali menempatkan warga transmigrasi sebanyak 167 keluarga di UPT II Amohola, Kecamatan Moramo. Warga transmigrasi yang akan dimukimkan di UPT II Amohola tersebut berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

“Lokasi pemukiman bagi 167 keluarga warga transmigrasi itu sudah kami siapkan dan saat ini hampir rampung. Kita sudah siap menerima penyerahan warga transmigrasi tersebut dari pemerintah daerah asal,” kata Muchlis.

Dana untuk membiayai warga transmigrasi asal Pulau Jawa tersebut Rp 15 miliar yang bersumber dari APBN Kementerian Transmigrasi dan Tenaga Kerja. Selain membiayai pembangunan 167 unit rumah, dana tersebut juga akan menjadi jaminan hidup warga selama satu tahun dan biaya obat-obatan, termasuk pengadaan pupuk tanaman.

Jika dalam jangka waktu satu tahun hasil pertanian para transmigrasi belum mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka sehari-hari, jelas Muchlis, pemerintah memperpanjang pemberian jaminan hidup hingga satu tahun lagi.

Jaminan hidup yang akan diberikan kepada warga transmigrasi tersebut berupa sembilan bahan pokok, termasuk minyak goreng, ikan asin, dan sabun cuci. Selain fasilitas perumahan, di lokasi permukiman transmigrasi juga dibangun fasilitas air bersih dan sarana mandi cuci kakus atau MCK, serta fasilitas umum berupa tempat ibadah, sarana kesehatan, dan puskemas.

Sementara itu Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan pihaknya akan mulai melaksanakan program pendampingan bagi 10.000 calon wirausaha mandiri di berbagai daerah di Indonesia dengan mengerahkan 3.132 instruktur.

“Pemerintah terus mendorong perkembangan wirausaha karena mempunyai nilai strategis dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperluas lapangan, dan kesempatan kerja baru, serta menopang perekonomian negara,” kata Muhaimin.

Ia menjelaskan, kementerian tersebut menargetkan mencetak 10.000 wirausahawan sepanjang 2013 yang bergerak di berbagai jenis usaha. Sementara itu keberadaan instruktur yang kompeten diharapkan dapat mendampingi wirausaha, yaitu melalui praktik kerja yang terus-menerus diawasi dan ditindaklanjuti.

 
 
 
2005 Bursa Transmigrasi. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang. Saran dan komentar ke: info@bursatransmigrasi.net