23 July 2014  
Nama Login :
Kata sandi :
- Lupa Kata Sandi ?
- Pendaftaran
- Webmail
 
 
 
 
 
Bursa Transmigrasi
KTM
Kementerian Tenaga K

Roda Kehidupan Transmigran Buttu Sawe Mulai Berjalan
Tanggal: 03 Jul 2009
Sumber: susiafm.com

BursaTransmigrasi.net,

Akan dibangunkan Sekolah Dasar dan Sarana Memadai

(Susia News, Pinrang) Setelah mengalami berbagai persoalan dan dilema dalam beberapa bulan terakhir, kini para transmigran yang berlokasi di Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Buttu Sawe Kec. Duampanua kini kondisinya semakin membaik dan sudah mulai menemui titik terang baik dari kondisi sarana dan prasarana maupun hasil produksi dari lahan-lahan yang dikelolah mulai menuai hasil. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Transmigran pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Pinrang   H. Abu Bakar saat ditemui Tim SUSIA NEWS kemarin.

Menurut Abu Bakar saat ini dianggaran 2009  lokasi transmigran telah dibangunkan Sekolah Dasar dengan 3 lokal, perumahan yang dulunya cuma 4 kini telah dirampungkan demikian juga pembukaan lahan dan berbagai sarana pendukung lainnya seperti jalan, jembatan sampai kepada air bersih, semuanya tengah dilaksanakan. Sementara jumlah kepala keluarga yang masih bertahan disana setelah mengalami guncangan kemarin menurut Abu Bakar, dari Transmigran Lokal masih utuh 50 KK namun dari Transmigran asal tinggal atau luar daerah tinggal 20 KK, karena 30 KK sudah meninggalkan pemukiman tanpa pamit ke kepala UPT “pembangunan lokasi transmigran kini tengah digalakkan, bahkan SD sudah dibangun disana” ungkapnya.

Sementara menyinggung tentang pembagian lokasi atau lahan yang sebelumnya bermasalah, dimana para transmigran menuntun lahan seluas 2 hektar setiap KK, Abu Bakar mengatakan bahwa lahan ini sebenarnya tidak langsung diberikan namun ada tahapan tahapan. Dimana lahan perumahan diserahkan setelah dilokasi seluas 0,25 hektar, sementara untuk lahan untuk persawahan seluas 0,75 hektar dan lahan perkebunan 1 hektar nanti akan diserahkan setelah ada batas waktu mereka tinggal diokasi transmigrasi tersebut “lahan ini tidak serta merta diberikan, harus melalui tahapan sekitar 6 bulan baru diserahkan semuanya” ungkapnya.
Ditambahkan H. Abu Bakar bahwa salah satu kendala besar dan sebuah kenyataan yang ada bahwa rata-rata transmigran asal tinggal atau dari luar Sulawesi adalah orang-orang yang tidak bisa bekerja dan hanya mau langsung menikmati. Sifat-sifat yang dari daerah asalnya dibawa sampai kelokasi sehingga banyak yang tidak mematuhi aturan yang ada. Mereka hanya ingin menikmati jatah hidup (Jadup) yang memang selalu dibagikan, sehingga saat jatah hidupnya sudah akan habis, mereka kemudian mencari persoalan untuk dipulangkan ke daerah asal mereka. Dan inilah pokok persoalan yang muncul saat kisruh transmigran Buttu Sawe yang terjadi dulu “mereka yang datang dari luar ini adalah orang-orang yang tidak bisa bekerja, karena rata-rata mereka direkrut dari panti panti yang ada disana, sehingga bila Jadupnya mau habis mereka buat masalah agar bisa pulang kembali” akunya.

Dan kini menurut Abu Bakar, para transmigran yang ada di Buttu Sawe kini mulai menuai hasil dari produksi pertanian mereka. Para transmigran sudah bisa menikmati tanaman palawija dan dipastikan akan bisa membuat taraf hidup mereka semakin baik, sebagaimana tujuan transmigrasi itu sendiri, berpindah kedaerah lain yang lebih menjanjikan, untuk membawa perubahan ekonomi dan taraf hidup mereka sebelumnya.

 
 
 
2005 Bursa Transmigrasi. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang. Saran dan komentar ke: info@bursatransmigrasi.net